Aplikasi Baja:
Baja terutama digunakan dalam konstruksi, permesinan, otomotif, energi, pembuatan kapal, peralatan rumah tangga, dll. Lebih dari 50% baja digunakan dalam konstruksi. Baja konstruksi terutama berupa besi beton dan kawat baja, dll., umumnya untuk real estat dan infrastruktur. Konsumsi baja real estat biasanya dua kali lipat jumlah baja yang digunakan dalam infrastruktur, sehingga kondisi pasar real estat memiliki dampak yang lebih besar pada konsumsi baja; untuk permesinan, otomotif, dan peralatan rumah tangga, permintaan baja menyumbang sekitar 22% dari total konsumsi baja. Baja mekanik berupa pelat, terkonsentrasi pada mesin pertanian, perkakas mesin, mesin berat, dan produk lainnya; baja peralatan rumah tangga berupa lembaran canai dingin biasa, lembaran galvanis panas, lembaran baja silikon, dll., terkonsentrasi pada lemari es, mesin cuci, AC, dan peralatan rumah tangga lainnya; varietas baja otomotif lebih banyak, pipa baja, baja profil, dll. dikonsumsi, dan tersebar di seluruh bagian mobil, seperti pintu, bemper, pelat lantai, dll. Dengan melacak produksi perkakas mesin, boiler industri, dan mesin berat lainnya, produksi dan penjualan peralatan rumah tangga, investasi manufaktur otomotif, produksi dan permintaan otomotif, kita dapat mengamati situasi permintaan baja.
Jenis-jenis baja utama:
Baja adalah paduan yang terdiri dari besi, karbon, silikon, mangan, fosfor, sulfur, dan sejumlah kecil unsur lainnya. Selain besi, kandungan karbon memainkan peran utama dalam sifat mekanik baja, sehingga juga dikenal sebagai paduan besi-karbon. Jenis-jenis baja umumnya meliputi:
Besi kasar, baja mentah, gulungan dan pelat canai panas, pelat tebal sedang.
Batang Deformasi Balok H Pipa Baja Tanpa Sambungan Batang Kawat
1. Besi kasar: sejenis paduan besi dan karbon, kandungan karbon biasanya 2% -4,3%, keras dan rapuh, tahan terhadap tekanan dan keausan.
2. Baja mentah: besi kasar yang dioksidasi dan diproses dari paduan besi-karbon dengan kandungan karbon biasanya kurang dari 2,11%. Dibandingkan dengan besi kasar, baja mentah memiliki kekuatan lebih tinggi, plastisitas lebih baik, dan ketangguhan lebih besar.
3.gulungan canai panas: slab (terutama slab hasil pengecoran kontinu) sebagai bahan baku, dipanaskan oleh tungku pemanas (atau bahkan tungku panas), digiling dari strip melalui penggilingan kasar dan halus.
4. Pelat tebal sedang: merupakan varietas produksi utama daripelat bajadan baja strip, dapat digunakan untuk struktur mekanik, jembatan, pembuatan kapal, dll.;
5.batang deformasi: rebar adalah baja berpenampang kecil, yang umumnya dikenal sebagai baja batangan berusuk canai panas;
6.balok HPenampang balok H menyerupai huruf "H". Memiliki kapasitas lentur yang kuat, struktur ringan, konstruksi sederhana, dan keunggulan lainnya. Terutama digunakan untuk struktur bangunan besar, jembatan besar, dan peralatan berat.
7.pipa baja tanpa sambunganPipa baja tanpa sambungan adalah pipa baja bulat utuh yang dilubangi, tanpa lasan di permukaannya, terutama digunakan dalam pembuatan komponen struktural dan mekanis, seperti batang pengeboran minyak, poros penggerak mobil, pipa boiler, dll.
8.batang kawat:Panjang besar, akurasi dimensi dan kualitas permukaan tinggi, presisi toleransi ukuran kawat, terutama digunakan untuk pengolahan produk logam.
Bahan baku produksi baja dan peleburan:
1. Bahan produksi baja:
Bijih besi: Sumber daya bijih besi global sebagian besar terkonsentrasi di Australia, Brasil, Rusia, dan Cina.
Bahan bakar: terutama kokas, kokas dibuat dari batu bara kokas, sehingga pasokan kokas akan dipengaruhi oleh harga kokas.
2. Peleburan besi dan baja:
Proses peleburan besi dan baja dapat dibagi menjadi proses panjang dan proses pendek. Di negara kita, produksi dilakukan dengan proses panjang, sedangkan panjang dan pendek terutama merujuk pada perbedaan proses pembuatan baja.
Proses panjang meliputi pembuatan besi, pembuatan baja, dan pengecoran kontinu. Proses pendek tidak perlu melalui pembuatan besi, langsung dilebur menjadi skrap baja mentah menggunakan tungku listrik.
Waktu posting: 07 Juli 2024
